• info@lumindoartha.com
  • 0878-7832-8688
News Photo

RI Genjot Performa Tank Amfibi PT-76, Seberapa Kuat Kini?

Perusahaan Indonesia PT Lumindo Artha Sejati telah meningkatkan tank amfibi ringan buatan Soviet yang digunakan oleh Korps Marinir Indonesia sejak 1960-an. PT-76 tersebut kini digerakkan dengan mesin Detroit Diesel buatan AS dan dipersenjatai dengan John Cockerill (sebelumnya CMI Defense) meriam kaliber Mk III 90mm Mk, serta sistem kontrol penembakan baru.

Prototipe pertama dari tank amfibi ringan buatan PT-76 buatan Soviet rampung pada 1950, menurut catatan Army Recognition. Setelah percobaan dan modifikasi lebih lanjut, kendaraan itu digunakan oleh para tentara Rusia setahun berselang. Produksinya sendiri dilakukan di Pabrik Traktor Volgograd dari 1958 hingga 1967 dan total 12.000 kendaraan dibangun untuk pasar dalam negeri dan ekspor. Total ekspor dalam hal ini tercatat, berjumlah sekitar 2.000 kendaraan.

PT-76 terus digunakan oleh unit infanteri angkatan laut dari angkatan bersenjata Rusia. Itu diekspor ke negara lain, seperti India, Irak, Suriah, Korea Utara, dan Vietnam Utara. Secara keseluruhan, ada sekitar 25 negara yang menggunakan PT-76.

Lambung PT-76 terbuat dari baja yang dilas, sehingga memberikan perlindungan terhadap tembakan senjata kecil dan serpihan artileri. Kendaraan itu dibagi menjadi tiga kompartemen, dengan pengemudi di depan, menara di tengah, dan paket daya di belakang. Menara ini sendiri terbuat dari baja dilas, yang juga bertindak sebagai penembak, ditempatkan di sebelah kiri dan loader di sebelah kanan.

Masih dilansir dari sumber yang sama, persenjataan utama dari PT-76 terdiri dari senapan D-56T rifled 76,2 mm yang memiliki blok sungsu geser vertikal semi-otomatis, penyangga hidraulik, dan recuperator hidro-pneumatik. Adapun pistolnya memiliki panjang 42 kaliber dengan panjang keseluruhan 3,455 m dan berat 1.150 kg. Pistol ini memiliki laju tembakan maksimum antara 6 dan 8 rds/ menit, jangkauan maksimum dalam peran tembak tidak langsung antara 12.000 dan 13.290 m, dan dapat menembakkan jenis amunisi tetap berikut: AP-T (seri BR-350) , API-T (BZR-350B), HE-FRAG (0-350A), HEAT-FS (BK-354M) dan HVAP-T (BR-354P). Senapan mesin 7,62 mm dipasang secara koaksial di sebelah kanan persenjataan utama dan atap menara sudah dilengkapi dengan satu senapan mesin anti-pesawat DShKM 12,7 mm.

Tank amfibi PT-76 bisa bertolak dalam air pada kecepatan maksimum 9 km per jam berkat dua jet air yang dipasang di bagian belakang lambung. Satu-satunya persiapan yang diperlukan sebelum memasuki air adalah dengan memasang baling-baling trim di bagian depan lambung, lalu menyalakan dua pompa lambung listrik. Sementara, pompa lambung kapal manual disediakan untuk penggunaan darurat.

Pembaruan PT-76 di Indonesia digerakkan dengan diesel Detroit Diesel 6V-92T anyar yang menghasilkan 300 hp pada 2.100 rpm yang dipasangkan dengan transmisi aslinya. Paket peningkatan juga mencakup alternator baru (24 V, 200 Ah), sistem pendingin dan listrik anyar, serta bahan bakar, knalpot, saluran masuk udara, lambung, dan modifikasi dek atas.

Pistol 76,2 mm yang asli digantikan oleh pistol Cockerill Mk III 90 mm yang dapat menembakkan berbagai amunisi termasuk APFSDS (Sabot Pembuangan Arm-Piercing Fin-Stabilised Sabot yang dibuang). Untuk meningkatkan kemungkinan pukulan babak pertama, sistem pengendalian kebakaran baru telah dipasang, bersama dengan pemandangan siang dan malam bagi penembak jarak laser. Stabilisasi pistol, menara baru, dan sistem kontrol daya telah menggantikan sistem Rusia asli dan sistem pemadam api baru telah dipasang.

Senapan mesin koaksial 7.62mm buatan Soviet tampaknya digantikan oleh senapan mesin 7.62 Eropa dan senjata serupa dapat dipasang di atap menara untuk keperluan pertahanan udara.

Sebagai informasi, tank amfibi buatan Uni Soviet (sekarang Rusia) ini berbobot tempur 14,5 ton dan sudah dioperasikan oleh Korps Marinir sejak medio 1960-an. Kondisi PT-76 saat ini sudah  sangat berbeda dengan kondisi awalnya yang saat pertama kali dibeli karena berbagai modifikasi dan retrofit yang dilakukan.

Kendati usianya sudah lebih dari 50 tahun, sampai saat ini tank amfibi ini masih menjadi andalan Korps Marinir. Kondisinya pun masih sangat terawat dan masih sanggup bertempur dengan baik dengan jumlah yang dioperasikan lebih dari 100 unit.

Share This News

Comment

Do you want to get our quality service for your business?